Misteri Terlarang

Buku Misterius Yang Masih Dipertanyakan



Beberapa buku menjadi terkenal bukan saja karena isinya yang menarik karena berdekatan dengan kehidupan dan pemikiran nyata serta terukur oleh persepsi manusia kebanyakan. Namun ada juga beberapa buku yang terkenal karena isinya yang sulit dan membutuhkan penalaran lebih dalam guna mencapai apa yang coba disampaikan oleh penulisnya. Bahkan beberapa  hingga sekarang masih diteliti, ditelaah, dan dicerna

Berikut 5 Buku Misterius Yang Masih Dipertanyakan Didunia silakan disimak :

1. Naskah Kuno Ripley
Buku ini ditulis oleh seorang kimiawan asal Inggris, Sir George Ripley dan menjadi sebuah misteri di zaman setelahnya, buku ini juga telah menelurkan banyak penafsiran. Buku ini dipercaya memiliki ramuan keabadian dan membuat bingun para ilmuwan yang mencoba mengurai dan menganalisa isinya. Ripley juga dipercaya sebagai seorang cendekiawan lebih jenius dari yang ia kira.  Buku ini bukanlah bacaan bagi mereka yang lebih cenderung berpikir realistis.

2. Buku Ramalan Nostradamus
Ramalan M. Michael de Nostradame merupakan salah satu buku terbitan yang terkenal di dunia semenjak diluncurkan kepada publik pada tahun 1555 Masehi. Secara sederhana, buku ini berupa kumpluan syair kuatrain (empat baris) ataupun ayat-ayat aneh bahkan menyangkut kejadian yang akan terjadi di masa depan,  yang telah diprediksi, sejak tahun 1556. Ada ribuan orang yang mencoba menelaah serta menuliskannya kembali, namun banyak hal yang belum dan sulit dimengerti oleh mereka sehingga selalu gagal dalam menjelaskan apa maksud dari ayat dan syair yang ditulis oleh Nostradamus, sebagaimana dihadapi oleh orang-orang yang mencoba memahami buku ini di masa 1555.
 3. Naskah Kuno Seraphinianus
Sebuah buku unik berisikan gambar-gambar penuh warna, sulit untuk diuraikan namun sangat mungkin untuk dipercayai. Buku ini terdiri dari 360 halaman, ditulis dengan sebuah uraian ataupun tulisan kode. Banyak orang yang mencoba menelaah dan melukiskan  isi buku ini ke dalam sebuah kehidupan di sebuah planet secara paralel,  sebuah mahakarya yang sangat menantang persepsi manusia dan insting alamiah. Buku ini sangat jarang ditemukan, dan seandainya ada harga minimalnya adalah 500 dollar Amerika Serikat ditulis oleh Luigi Serafini sekitar tahun1978.
4. Prodigiorum AC Ostentorum Chronicon
Jika Anda berpikir bahwa mahluk mitos wee tidak nyata, cobalah baca bukunya Konrad Lykosthenes, yang mengumpulkan hal-hal mengenai mahluk-mahluk aneh yang dipercaya ada di sekitar kita. Walaupun hampir seluruhnya dinyatakan tidak nyata, namun dianggap sebaliknya hanya saja dihilangkan, dilupakan, namun kembali ditulis dan dijelaskan secara akurat. Buku ini ditulis pada tahun 1557, di Basel ( Sebuah kota di Swiss), menampilkan burung dodo Maurisia, yang sekarang telah punah, secara jelas. Walaupun sebenarnya sebuah perjalanan pertama ke Maurisia, sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Hindia, dilakukan pada tahun 1598 dalam sejarah, buku ini telah terbit 40 tahun sebelumnya.
5. Buku Kematian Bangsa Mesir
Judul sebenarnya adalah “The Spells of Coming Forth by Day”, dipenuhi oleh tulisan berupa mantra-mantra dan kidung. Kedua format tulisan tersebut digunakan untuk menolong arwah mereka yang mati menjadi kuat dan abadi di kehidupan berikutnya. Kitab Orang Mati adalah bagian dari tradisi penguburan yang meliputi teks sebelumnya Teks Piramida dan Teks Coffin. Beberapa mantra termasuk diambil dari karya-karya yang lebih tua dan tanggal ke 3 milenium SM. Mantra lainnya disusun kemudian dalam sejarah Mesir, dating ke Periode Menengah Ketiga (11  sampai 7  abad SM). (**)

Asal Mula Larangan Menikah ( Jawa - Sunda )


Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.

Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.

Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.

Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.

Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.

Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.

Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Sumber : http://misteriusnya.blogspot.com/2012/10/asal-mula-larangan-menikah-sunda-jawa.html

Demikian Misteri Asal Mula Dilarangnya Pernikahan Jawa - Sunda nantikan pembahasan mengenai misteri dunia yang belum terungkap salam misteri terlarang, selamat beraktivitas kembali.

Tragedi Munculnya Anak Krakatau

Sepertinya tidak ada hal istimewa di Gunung Anak Krakatau, selain letaknya yang berada di tengah laut.

"Turis asing biasanya datang hanya buat `trekking`. Mereka naik ke puncak dan berfoto, itu saja," kata Amir 29 tahun, salah seorang penjaga Anak Krakatau.




Amir yang berasal dari Pulau Sebesi, pulau yang berjarak dua jam perjalanan dengan kapal dari Anak Krakatau tersebut, malah lebih tertarik untuk menceritakan mengenai kisah misteri yang melingkupi Anak Krakatau.

"Kadang-kadang, di malam hari kami mendengar suara-suara ramai, padahal tidak ada orang," katanya.

Kadangkala disertai dengan penampakan hewan-hewan yang tidak seharusnya berada di Anak Krakatau, karena di pulau yang evolusinya dijaga ketat itu, hingga kini cuma ada burung dan kupu-kupu serta hewan-hewan kecil lainnya.


Amir menyebutkan bahwa beberapa pengunjung mengaku melihat hewan-hewan seperti kadal besar atau burung besar, padahal polisi hutan yang melakukan patroli rutin hampir setiap hari tidak pernah menjumpai hewan-hewan itu.

"Waktu itu, sekitar bulan Juli, kami mendengar suara ribut di sekitar Pulau," tutur M Ikbal, polisi hutan Krakatau, menambah cerita misterius di Anak Krakatau.

Dari berbagai suara tersebut, Ikbal menyebutkan bahwa ia mendengar suara perempuan memanggil nama "Bambang". "Suara kadang aneh, ada dagelan, ada wayang juga," ceritanya.

Padahal, sejak bertugas di Anak Krakatau tahun 1991, Ikbal tidak pernah mendengar suara ribut seperti malam itu. "Kami juga melihat ada siluet kapal, tapi tidak jelas," katanya.

Tengah malam, ia dan penjaga lainnya memutuskan untuk berpatroli mencari sumber suara tersebut. Namun setelah berkeliling menyusuri pulau, mereka tidak menemukan sumber suara tersebut.

Misteri Vulkanik
Orang boleh tidak percaya dengan berbagai cerita misteri dan berbau mistis tentang Gunung Anak Krakatau. Tapi kemunculannya yang penuh kejutan pada tahun 1927, sungguh merupakan misteri vulkanik yang tiada duanya di dunia.

Proses kemunculan Anak Krakatau berawal dari letusan dahsyat "induknya", Gunung Krakatau, pada 27 Agustus 1883.

Menurut catatan sejarah, Gunung Krakatau meletus sangat dahsyat, menggemparkan dunia dan menimbulkan tsunami terhebat sebelum bencana tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu.

Disebutkan bahwa semburan lahar dan abu Gunung Krakatau waktu itu mencapai ketinggian 80 km, sementara abunya mengelilingi bumi selama beberapa tahun.

Ledakannya menimbulkan gelombang pasang setinggi 40 meter dan menyapu bersih pantai sepanjang Teluk Lampung dan pantai barat daerah Banten.

Sedikitnya 36.000 orang tewas waktu itu dan suara letusannya disebut-sebut terdengar hingga di Singapura dan Australia. Letusan Kratakau juga menimbulkan rangkaian gempa bumi yang menjalar sampai ke Australia selatan, Srilanka dan Filipina.

Dalam buku "Javanese Book of Kings", disebutkan bahwa Gunung Krakatau Lama (purba) tingginya kala itu mencapai 2.000 meter dengan radius 11 km.

Ketika meletus, ledakannya mengakibatkan tiga perempat tubuhnya hancur dan menyisakan gugusan tiga pulau kecil yaitu Pulau Sertung, Pulau Panjang dan Pulau Krakatau Besar.

Empat puluh empat tahun kemudian lahir cikal bakal Anak Krakatau. Disebutkan bahwa sekitar tahun 1927, para nelayan yang tengah melaut di Selat Sunda, tiba-tiba terkejut dengan kemunculan kepulan asap hitam di permukaan laut di antara tiga pulau yang ada.

Setahun setelah kemunculan asap itu, muncullah Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, Gunung Anak Krakatau terus "tumbuh", dan ketinggian telah mencapai 280 meter dari permukaan laut.

Untuk mendaki puncak Anak Krakatau, diperlukan izin khusus yang dikeluarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. "Ada izin masuk yang dikeluarkan BKSDA, namanya Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). “Untuk masuk ke Anak Krakatau, sistemnya bukan menggunakan karcis masuk, karena Anak Krakatau adalah cagar alam," kata Kepala BKSDA Lampung Agus Harianta.

Peraturan tersebut, menurut Agus adalah untuk menjamin keamanan para pengunjung, karena Anak Krakatau seringkali menunjukkan aktivitas yang dianggap berbahaya.
Bahkan, setelah gempa dan tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 lalu, ada kekhawatiran Anak Krakatau akan meletus.

Beberapa kali status aktivitas Anak Krakatau memang ditingkatkan menjadi "waspada", namun pengunjung masih mendapatkan surat izin jika kondisinya dinilai tidak membahayakan.

Cerita Misteri Bikin Lestari
Dengan setengah bercanda, Agus berkata bahwa munculnya cerita misteri yang melingkupi Anak Krakatau, sebenarnya merupakan hal bagus bagi kelangsungan evolusi ekosistem di gunung itu.

"Itu bagus karena wisatawan jadi berpikir dua kali untuk datang ke sana," katanya sambil tersenyum.

Menurut dia, Anak Krakatau sebenarnya memang bukan sekadar daerah wisata, melainkan yang utama adalah fungsinya sebagai cagar alam. Anak Krakatau merupakan "harta paling berharga" bagi ilmu pengetahuan, karena kemunculan gejala gunung berapi dari dalam laut sungguh fenomena sangat langka di dunia.

Oleh karena itu, ekosistem Gunung Anak Krakatau yang saat ini terus berevolusi, dijaga sangat ketat kelestariannya.

Tercatat hanya empat tujuan seseorang diperbolehkan menginjakkan kakinya di Anak Krakatau, yaitu melakukan penelitian, pendidikan, pengembangan pengetahuan dan penunjang budidaya.

Pengaturan ketat tersebut dilakukan terhadap Gunung Anak Krakatau mengingat kian hari kian banyak wisatawan yang datang berkunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Banyaknya wisatawan ke Gunung Anak Krakatau saat ini, karena rute untuk mencapainya cukup mudah, yakni lewat Pelabuhan Canti, Kalianda, Lampung Selatan.

Dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, hanya dibutuhkan waktu satu jam untuk mencapai Pelabuhan Canti, Kalianda, pelabuhan nelayan yang terdekat dengan Krakatau.

Wisatawan, dari Canti menyeberang ke Pulau Sebesi, pulau berpenghuni terdekat dengan Krakatau. Dengan menggunakan perahu sewaan, Anak Krakatau dapat ditempuh selama kurang lebih dua jam dari Pulau Sebesi.

Pembangunan Hotel China 30 Tingkat Dalam 15 Hari !


HUNAN: Para pekerja konstruksi China kembali membuat dunia terperangah. Kali ini mereka membangun sebuah hotel 30 lantai hanya dalam tempo 360 jam di Provinsi Hunan.
Bangunan ini merupakan prestasi terbaru Broad Sustainable Building, sebuah perusahaan konstruksi China yang populer akan tingkat efisiensinya.
Pembangunan hotel itu dimulai pada 2 Desember 2011 di Lin Gang Industrial Zone, Xiangyin, dekat Ibu Kota Changsha. Pembangunan rampung 15 hari kemudian.
Hotel bintang lima yang diberi nama T30 itu menjulang di atas lahan seluas 17.000 meter persegi dan akan dibuka pada Rabu, 18 Jan.
Hotel ini memiliki 316 kamar standar, 32 suite, delapan ambassador suite, dan dua presidential suite.
Selain itu, hotel ini juga dilengkapi beragam fasilitas seperti restoran, bar, gym, heli pad, dan kolam renang di lantai puncak. Sementara di bawah tanah terdapat lahan parkir berkapasitas 73 mobil. Pembangunannya menelan dana US$17 juta atau sekitar Rp150 miliar.
BSB merupakan anak perusahaan Broad Group, korporasi teknologi China yang pernah membangun Broad Pavilion—sebuah paviliun enam lantai—untuk ajang 2010 Shanghai Expo dalam waktu 24 jam, serta sebuah gedung 15 lantai dalam waktu 6 hari pada Juni 2010.
Kunci kesuksesan BSB dalam hal kecepatan terletak pada berbagai inovasi teknik konstruksi yang mereka kembangkan. Rahasianya, 90% dari menara hotel telah dirangkai dengan komponen-komponen siap bangun, ujar Senior Vice President Broad Group Juliet Jiang.
Menurut Juliet, perusahaannya bahkan mampu mendirikan bangunan serupa dalam waktu yang lebih singkat lagi, 200 jam, jika pekerjanya telah lebih terlatih nanti.
Jiang juga mengatakan bahwa alasan di balik pembagunan hotel supercepat itu adalah untuk “menghindari hujan”.
Kendati menuai keraguan dari segi keamanan, Jiang mengaku tidak cemas dengan kualitas hotelnya itu.
“Itu karena mereka tidak mengerti (teknologi yang kami gunakan—red),” ujarnya. “Biarlah waktu yang membuktikan.”
Berdasarkan siaran pers dari China Academy of Building Research, T30 dibangun dengan sebuah sistem baru buatan BSB. Sebuah simulasi menunjukkan gedung ini juga cukup kokoh: tahan goyangan gempa berkekuatan 7-9 SR.
BSB mengatakan teknologi konstruksi itu mereka kembangkan pada 2009. Sebuah teknologi yang mereka juluki “sustainable building”, setelah sebuah gempa berkekuatan 8 SR mengayak-ayak Wenchuan dan menewaskan hampir 70.000 orang pada 2008.
Selain kebal gempa, teknologi T30 juga meliputi sembilan aspek lain, mulai dari hemat energi hingga aliran udara yang lepas dan lega.
Zhang Yue, CEO BSB, mengatakan pada The Economic Times bahwa “kecepatan yang dipakai untuk mendirikan bangunan-bangunan mereka telah menurunkan tingkat kesia-siaan penggunaan energi dan berbagai material lainnya.”
“China 20-40 kali lebih terpolusi dibanding Eropa. Ini berbahaya bagi kesehatan kta dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi kita, “ imbuh Zhang.
Zhang, seorang miliarder asal China, merupakan penerima penghargaan “Champions of the Earth” dari UN Environment Programme di 2011. Dia menegaskan bahwa bangunan “sustainable” akan menjadi bisnis terbesarnya pada 2013. (cnn/mm)
sumber: kabar24.com

10 Ledakan Terbesar Di Dunia

  

Ledakan, apapun bentuknya merupakan sebuah bencana dalam sebuah kehidupan. Dalam kasus tertentu ledakan dapat menewaskan ribuan orang dan juga menimbulkan korban jiwa yang hidup sengsara. Di postingan kali ini akan menghadirkan 10 besar ledakan yang pernah tercatat dan diketahui oleh manusia. beberapa diantara nya terjadi di bumi dan terdokumentasi dengan baik secara visual maupun transkrip sejarah penelitian ilmuwan ilmuwan (ledakan prasejarah), dan sisanya adalah ledakan yang terjadi di luar bumi yang terekam oleh penelitian penelitian dari kajian tentang asal muasal alam dan tata semesta jagad raya ( big bang). Di sini urutan dimulai dari ledakan "terkecil" yang terjadi di bumi dan diakhiri dengan ledakan kejadian alam semesta di urutan nomer wahid. Oke selamat membaca dan semoga menambah khasanah pengetahuan teman teman semua nya. Let's Start 

10.The Texas City Disaster.
Kebakaran kapal kargo SS.Grandcamp pada saat merapat di texas tahun 1947, meledakkan 2.300 Ton Amonium nitrat yang merupakan suatu senyawa yang digunakan dalam pupuk dan bahan peledak tinggi. Ledakan bahkan menghempaskan dua pesawat yang sedang terbang dan memicu reaksi berantai meledakkan kilang minyak dan juga kapal kapal kargo lain di sekitarnya yang membawa 1.000 ton amonium nitrat. Bencana menewaskan sekitar 600 orang dan melukai sekitar 3.500, dan umumnya dianggap sebagai kecelakaan industri terburuk dalam sejarah AS. 

 
Gambar ledakan texas

9. The Halifax Explosion .
Pada tahun 1917, sebuah kapal kargo Prancis yang sarat muatan bahan peledak untuk Perang Dunia I bertabrakan dengan sebuah kapal Belgia di pelabuhan Halifax, Kanada.Kapal Itu meledak dengan kekuatan lebih daripada ledakan bom buatan manusia ledakan sebelum itu, yaitu setara dengan sekitar 3 kiloton TNT. Ledakan membuat asap putih mengepul setinggi 20.000 kaki (6.100 meter) di atas kota dan memicu tsunami mencapai setinggi 60 kaki (18 meter). Selama hampir 1,2 mil (2 km) yang mengelilingi pusat ledakan, kehancuran total, dan sekitar 2.000 orang tewas dan 9.000 terluka. Hempasan pecahan kaca akibat ledakan yang menggema di kota kota sekitarnya telah membutakan ribuan orang, bahkan jangkar kapal terlempar berpuluh puluh kilo dari tempat awalnya. 
 

Ledakan di Halifax yang menyebabkan banyak rumah hancur lebur rata dengan tanah 

8. Ledakan Chernobyl,
Pada tahun 1986, sebuah reaktor nuklir di Chernobyl Ukraina (soviet) meledak. Itu adalah kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah. Ledakan, yang menghempaskan 2.000 ton tutup reaktor, mengirimkan 400 kali lebih tinggi efek radioaktif dari pada bom atom Hiroshima, mengkontaminasi lebih dari 77.000 mil persegi (200.000 km persegi) di Eropa. Kira-kira 600.000 orang yang terkena radiasi dosis tinggi, dan lebih dari 350.000 orang harus diungsikan dari daerah yang terkontaminasi. kebetulan ledakan ini juga pernah saya bahas di Blog saya ini. 
 
Ledakan Chernobyl meninggalkan horor tersendiri sehingga wilayah itu sampai hari ini seperti kota mati 

7. The Trinity Blast,
Bom atom pertama dalam sejarah, dijuluki "the gadget," diledakkan di Situs Trinity dekat Alamogordo, NM, pada tahun 1945, meledak dengan kekuatan sekitar 20 kiloton TNT. Senjata nuklir kemudian berakhir pada era Perang Dunia II dan menggiring dalam dekade ketakutan penghancuran nuklir ( Hiroshima Nagasaki bombing). Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa warga sipil di New Mexico telah terdampak ribuan kali lebih tinggi akibat radiasi dari batas yang direkomendasikan. 
 
Ledakan trinity blast 

6. Ledakan Tunguska,
Ledakan misterius di dekat Podkamennaya Sungai Tunguska pada tahun 1908 yang membuat rata sekitar 500.000 hektar (2.000 kilometer persegi) hutan Siberia, daerah hampir ukuran kota Tokyo. Para ilmuwan berpendapat bahwa ledakan itu disebabkan oleh dampak kosmik dari sebuah asteroid atau komet mungkin 65 meter (20 meter) dengan diameter 185.000 metrik ton pada massa - lebih dari tujuh kali dari kapal Titanic. Ledakan yang dihasilkan bisa saja sekuat empat megaton TNT - atau 250 kali lebih kuat daripada bom atom dijatuhkan di Hiroshima. 
 
Situs ledakan tunguska

5. Ledakan Mount Tambora,
Pada tahun 1815, Gunung Tambora di Indonesia meledak dengan kekuatan sekitar 1.000 megaton TNT, letusan gunung berapi terbesar yang tercatat dalam sejarah. Ledakan melempar keluar sekitar 140 miliar ton magma dan tidak hanya menewaskan lebih dari 71.000 orang di pulau Sumbawa dan Lombok di dekatnya, tetapi abu itu dikabarkan menciptakan perubahan iklim global. Tahun berikutnya, 1816, menjadi dikenal sebagai Tahun tanpa musim panas, salju jatuh pada bulan Juni di Albany, NY, sungai es terlihat pada bulan Juli di Pennsylvania, dan ratusan ribu orang meninggal karena kelaparan di seluruh dunia 
 
Gambar sebuah berita yang menggambarkan dahsyatnya ledakan tambora

4.The K-T Extinction Impact Event,
Berakhirnya era Dinosaurus, diakhiri dengan bencana yang diperkirakan terjadi 65 juta tahun yang lalu dan membunuh kira-kira setengah dari semua spesies di planet ini. Meskipun penelitian menunjukkan planet ini di ambang krisis lingkungan sebelum Cretaceous-Tersier atau kepunahan KT , Menurut beberapa peneliti kemungkinan situs Tumbukkan kosmik menimbulkan kawah selebar 110 mil atau 180 Km Chicxulub, wilayah bagian Meksiko. 
 
Gambar illustrasi pada saat berakhirnya era dinosaurus

3. Comet Shoemaker-Levy 9.
Komet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter bertabrakan secara spektakuler pada tahun 1994. Planet raksasa merobek tarikan gravitasi komet menjadi fragmen-fragmen terpisah hingga menjadi 1,8 mil (3 km) lebarnya, dan dan comet tersebut bergerak menghantam pada kecepatan 37 mil (60 km) per detik. Tabrakan terbesar itu menciptakan sebuah bola api yang naik sekitar 1.800 mil (3.000 km) di atas cloudtops Jovian dan membuat kegelapan total di lebih dari 7.460 mil (12.000 km) ukuran Bumi - dan diperkirakan memiliki daya ledak dengan kekuatan 6.000 gigatons TNT. 
 
Gambar illustrasi tumbukan antara meteor levy dan Jupiter

2. Shadow-casting Supernova,
Supernova adalah gugusan bintang-bintang yang sering meledak, dan menimbulkan cahaya terang dari semua galaksi yang ada. Supernova paling terang yang tercatat dalam sejarah itu terlihat di konstelasi Lupus (istilah latin untuk serigala) pada musim semi 1006. Ledakan emas yang luar biasa yang sekarang dikenal sebagai SN 1006 berlangsung kira-kira 7.100 tahun cahaya, sangat terang hingga cukup untuk membava dan menulis pada malam hari bahkan tetap terlihat selama berbulan bulan pada waktu siang hari. 
 
Supernova Blast

1. The Farthest Recorded Explosion,
Pancaran sinar gamma adalah paling kuat yang pernah diketahui di alam semesta. Sinar yang memancar dari area yang sangat jauh namun terlihat, adalah GRB 090423, menjangkau “dunia” kita dari kejauhan 13 Milyar tahun cahaya ! dari bumi. Ledakan tersebut, yang hanya terekam kurang dari 1 detik, melepaskan energy lebih dari 100 kali energy yang dilepaskan oleh matahari selama 10 M. Dan teori menyatakan dari ledakan Big Bang inilah tata surya dan alam semesta ini tercipta. 


 
gambar runtut proses terjadinya semesta lewat big bang 

Itulah 10 list ledakan ledakan yang pernah tercatat, ada dua ledakan besar yang pada awalnya saya fikir masuk list ternyata tidak, yaitu Letusan krakatoa (gunung krakatau) dan bom atom Hiroshima. bisa dibayangkan kalau ledakan diatas sangat hebat dan dahsyat. jika mengacu pada korban jiwa, maka memang Hiroshima Nagasaki memakan korban jiwa lebih besar karena di jatuhkan tepat diatas pemukiman padat penduduk. Ledakan dahsyat juga pernah di uji coba kan dalam sebuah eksperimen seperti operasi Upshot-Knothole 

 
Dilakukan di Nevada Proving Ground antara Maret 17 and Juni 4, 1953, mengetes bom jenis beru yang menggunakan teori fission dan fusion. Rumah dalam gambar terletak 3500 kaki dari pusat ledakan, kameranya sendiri dilindungi lapisan setebah 2 inchi, hanya butuh 2,6 detik saja dari awal bom tersebut meldak sampai ledakannya menghancurkan rumah tersebut

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...